Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2020

Antara Kita dan COVID-19

Gambar
Image by: Google (Andrea Reimer) T idak ada yang pernah menyangka, tahun 2020 akan menjadi seperti ini. Banyak rencana yang  gagal terealisasikan, banyak cobaan yang datang secara bertubi-tubi. Tahun 2020, seperti penderitaan panjang bagi orang-orang yang terkena dampak besar dari virus COVID-19.  Namun tentunya, dibalik suatu musibah selalu ada hikmah. Ingat sekali, bagaimana awal mula wabah virus corona ini menyebar di seluruh penjuru dunia. Banyak orang yang terbatasi ruang geraknya, dan berdiam diri di dalam rumah selama berbulan-bulan. Disaat itulah, bumi mulai memulihkan diri. Polusi udara, polusi suara, polusi air perlahan-lahan mulai berkurang. Langit pun menjadi cerah dan bersih kembali. Udara menjadi segar, dan manusia mulai beradaptasi dengan 'sepi' nya kehidupan mereka. Dari rasa 'sepi' (karena tidak bisa berinteraksi secara langsung dengan orang lain.) Membuat manusia mencari cara lain, agar 'sepi' nya dapat sedikit terisi di rumah masing-masing. Ad

Review Film Tabula Rasa (2014): Lika-Liku Kehidupan Perantau

Gambar
Image by: Google A pa jadinya, jika seorang calon atlit sepakbola, harus banting stir dan menemukan keahlian baru, yang tidak pernah ia sangka-sangka? Ya, dari seorang calon atlit sepakbola (namun gagal karena cidera) yang hampir putus asa, dan berniat untuk mengakhiri hidupnya, malah berakhir di rumah masakan padang.  Kisah ini dapat kamu saksikan di dalam film yang berjudul, "Tabula Rasa" yang telah rilis pada tahun 2014 lalu. Hmm.. kalau dilihat dari judul filmnya kok, gaada sangkut pautnya dengan sepakbola ya? Ada kok, itu bahkan menjadi latar belakang dari cerita film tersebut. Namun, seperti yang sudah saya jelaskan di atas, film ini akan memperlihatkan bagaimana kehidupan Hans yang berubah 180 derajat pasca dirinya cidera kaki, dan akhirnya tidak bisa bermain bola lagi.  Hans (Jimmy Kobogau) adalah seorang pemuda Papua, yang gemar bermain sepakbola dan bercita-cita menjadi atlit profesional. Suatu hari, ia mendapatkan tawaran untuk menjadi atlit di pulau Jawa. Singkat